Hajar al-Aswad merupakan salah satu benda paling bersejarah dan dimuliakan dalam Islam. Batu ini terletak di sudut tenggara Kaaba dan menjadi titik awal serta akhir setiap putaran tawaf yang dilakukan oleh jamaah umroh dan haji.
Bagi umat Islam, memahami apa itu Hajar Aswad sangat penting karena batu ini memiliki sejarah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim AS hingga masa Rasulullah SAW.
Apa Itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu yang berada di salah satu sudut Ka’bah dan dibingkai dengan pelindung perak.
Saat melaksanakan tawaf, jamaah dianjurkan:
- Mencium Hajar Aswad jika memungkinkan
- Menyentuhnya dengan tangan
- Atau cukup memberikan isyarat dari kejauhan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”
Hajar Aswad menjadi penanda dimulainya setiap putaran tawaf di Masjidil Haram.
Asal Usul Hajar Aswad
Menurut riwayat Islam, Hajar Aswad merupakan batu yang diturunkan Allah SWT dari surga kepada Nabi Adam AS.
Awalnya batu tersebut berwarna putih bersih.
Namun Rasulullah SAW bersabda bahwa batu itu menjadi hitam karena dosa-dosa manusia yang menyentuhnya selama berabad-abad.
5
Karena itu Hajar Aswad menjadi simbol pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga kesucian hati dan memperbanyak taubat kepada Allah SWT.
Sejarah Hajar Aswad pada Masa Nabi Ibrahim AS
Ketika Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Ka’bah atas perintah Allah SWT, Hajar Aswad ditempatkan pada salah satu sudut Ka’bah sebagai penanda awal tawaf.
Sejak saat itu, Hajar Aswad menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Ka’bah dan ibadah umat Islam.
Kisah Hajar Aswad dan Rasulullah SAW
Sebelum diangkat menjadi nabi, Nabi Muhammad SAW pernah menyelesaikan perselisihan antar suku Quraisy mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad saat renovasi Ka’bah.
Beliau membentangkan kain dan meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Para pemimpin suku bersama-sama mengangkat kain tersebut, lalu Rasulullah SAW sendiri menempatkan Hajar Aswad pada posisinya.
Peristiwa ini menunjukkan kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam menyelesaikan konflik.
Keutamaan Hajar Aswad
1. Titik Awal Tawaf
Setiap putaran tawaf dimulai dan diakhiri dari posisi Hajar Aswad.
Karena itu, batu ini memiliki kedudukan penting dalam ibadah umroh dan haji.
2. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Mencium atau memberi isyarat kepada Hajar Aswad merupakan sunnah Rasulullah SAW saat tawaf.
3. Simbol Ketaatan kepada Allah SWT
Umat Islam tidak menyembah Hajar Aswad, tetapi menghormatinya sebagai bagian dari syiar Allah dan mengikuti teladan Rasulullah SAW.
Adab Saat Berada di Dekat Hajar Aswad
Agar ibadah tetap nyaman dan khusyuk:
- Tidak berdesakan
- Tidak menyakiti jamaah lain
- Mengutamakan keselamatan
- Bersabar saat kondisi ramai
5
Jika tidak memungkinkan mendekati Hajar Aswad, cukup mengangkat tangan ke arahnya sambil bertakbir.
Hikmah dari Hajar Aswad
Beberapa pelajaran yang dapat dipetik:
- Pentingnya menjaga hati dari dosa
- Meneladani Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW
- Menguatkan kecintaan kepada Baitullah
- Mengingat kebesaran Allah SWT
Umroh Nyaman Bersama Samira Travel
Untuk memahami sejarah dan makna setiap tempat suci di Tanah Suci, diperlukan pembimbing yang berpengalaman dan amanah.
Samira Travel siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dengan:
- Manasik lengkap
- Pembimbing profesional
- Program umroh nyaman dan aman
- Pelayanan terbaik untuk jamaah
Info dan Pendaftaran Umroh
📞 Indri
081 456 143 100
📍 GMaps:
https://maps.app.goo.gl/Xa6LvcvYx7LkW3fd9
#HajarAswad
#UmrohBerkah
#TravelUmrohSurabaya
Tinggalkan Balasan