Berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh merupakan impian setiap Muslim. Selain melaksanakan rukun umroh, jamaah juga memiliki kesempatan melakukan berbagai ibadah sunnah yang penuh keutamaan.
Namun, tahukah Anda bahwa ada shalat sunnah yang berkaitan langsung dengan ibadah di Baitullah dan tidak dapat dilakukan dengan tata cara yang sama di tempat lain?
Salah satunya adalah shalat sunnah setelah tawaf, yang menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah ketika seorang jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah.
1. Shalat Sunnah Setelah Tawaf
Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat setelah tawaf.
Allah SWT berfirman:
“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)
Dalam pelaksanaannya, apabila memungkinkan dan tidak mengganggu jamaah lain, shalat dua rakaat setelah tawaf dapat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim.
Namun, jika area tersebut padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri. Shalat dapat dilakukan di bagian lain Masjidil Haram.
Apakah Shalat Ini Hanya Bisa Dilakukan di Baitullah?
Yang perlu diluruskan adalah istilahnya. Shalat dua rakaat setelah tawaf tidak secara mutlak hanya sah di Baitullah atau Masjidil Haram.
Yang istimewa adalah sebab pelaksanaannya, yaitu setelah melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah.
Karena itu, apabila seseorang melakukan tawaf yang disyariatkan, ia dianjurkan mengerjakan dua rakaat setelahnya.
2. Mengapa Shalat Setelah Tawaf Begitu Istimewa?
Tawaf merupakan ibadah yang sangat erat kaitannya dengan Ka’bah. Seorang jamaah mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh putaran dengan mengikuti tuntunan yang telah ditetapkan.
Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah kemudian melaksanakan shalat dua rakaat sebagai bagian dari rangkaian ibadah tersebut.
Inilah salah satu pengalaman spiritual yang sangat istimewa ketika melaksanakan umroh di Baitullah.
3. Bagaimana Tata Cara Shalat Dua Rakaat Setelah Tawaf?
Secara umum, tata caranya seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya.
Rakaat Pertama
- Niat shalat sunnah setelah tawaf.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
Rakaat Kedua
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
4. Apakah Harus di Belakang Maqam Ibrahim?
Tidak harus.
Jika kondisi memungkinkan, shalat dapat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim. Namun, jangan memaksakan diri untuk mendapatkan tempat tersebut, apalagi sampai mengganggu atau mendorong jamaah lain.
Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk menyakiti orang lain demi mendapatkan tempat tertentu.
Jika area Maqam Ibrahim sangat padat, jamaah dapat melaksanakan shalat di tempat lain di Masjidil Haram.
5. Keistimewaan Shalat di Masjidil Haram
Selain shalat setelah tawaf, jamaah tentu dianjurkan memperbanyak shalat sunnah lainnya selama berada di Masjidil Haram.
Di antaranya:
- Shalat Tahiyatul Masjid.
- Shalat Dhuha.
- Shalat Tahajud.
- Shalat Witir.
- Shalat sunnah rawatib.
- Shalat sunnah mutlak pada waktu yang diperbolehkan.
Jadikan kesempatan berada di Masjidil Haram untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Jangan Mengejar Kesempurnaan dengan Mengorbankan Ketertiban
Masjidil Haram selalu dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Oleh sebab itu, menjaga kesabaran dan ketertiban merupakan bagian penting dari akhlak seorang jamaah.
Tidak perlu berebut tempat di dekat Ka’bah.
Tidak perlu memaksakan diri menyentuh Hajar Aswad.
Tidak perlu mendorong jamaah lain untuk mendapatkan tempat tertentu.
Ibadah sunnah tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang merugikan atau menyakiti orang lain.
7. Manfaatkan Kesempatan Berada di Baitullah
Ketika Allah memberikan kesempatan untuk menjadi tamu-Nya, manfaatkan waktu sebaik mungkin.
Perbanyak:
๐ Tawaf
๐ Membaca Al-Qur’an
๐คฒ Berdoa
๐ฟ Berdzikir
๐ Istighfar
โค๏ธ Bersedekah
๐ Shalat berjamaah
Jangan sampai waktu yang sangat berharga di Tanah Suci hanya dihabiskan untuk berbelanja atau mengambil foto.
Umroh Bersama Samira Umroh Amanah Surabaya
Bagi Anda yang sedang merencanakan umroh ke Baitullah, persiapan ilmu dan manasik sangat penting agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.
Samira Umroh Amanah Surabaya siap membantu Anda mempersiapkan perjalanan ibadah, mulai dari pendaftaran, manasik, persiapan keberangkatan hingga pendampingan selama di Tanah Suci.
๐ Info & Pendaftaran Umroh
Indri โ Samira Umroh Amanah Surabaya
๐ฑ 081 456 143 100
๐ Google Maps:
https://maps.app.goo.gl/Xa6LvcvYx7LkW3fd9
Mari wujudkan impian menuju Baitullah bersama Samira Umroh Amanah Surabaya. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk beribadah di Masjidil Haram, melaksanakan tawaf dengan khusyuk, dan pulang membawa keberkahan serta perubahan yang lebih baik. Aamiin.
#ShalatSunnahUmroh
#UmrohBersamaSamira
#SamiraUmrohAmanahSurabaya
Tinggalkan Balasan